Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Diet Mayo ?

jendelakesehatan Apa itu Diet Mayo ? Pernah denger diet mayo ga nih? Tentunya kalian pasti pernah mendengar diet mayo, atau mungkin pernah menjalaninya. Diet ini memang sedang naik daun di Indonesia. Banyak yang bilang diet yang mengandalkan makanan tanpa garam ini bisa efektif menurunkan berat badan hingga 5 kg dalam dua minggu! Beberapa artis mengikuti diet ini bahkan ada pula yang memulai usaha catering diet ini dengan harga dan omset yang gila-gilaan. Tetapi sebenarnya apa sih diet mayo itu? Memangnya diet ini sehat?
Diet mayo yang sudah lama beredar adalah suatu jenis diet yang terutama membatasi konsumsi karbohidrat dan garam. Mereka yang mengikuti diet mayo akan diminta untuk mematuhi aturan dan larangan yang ada selama 13 hari. Diet ini menjanjikan penurunan berat badan hingga 7 kg selama siklus 13 hari tersebut.

Saat ini sudah banyak katering makanan yang menyediakan menu 13 hari diet mayo, jika Anda perhatikan biasanya jenis menu yang disajikan diolah dengan cara dikukus atau dipanggang. Tidak ada nasi, menu didominasi oleh sayur dan sumber protein. Tidak lupa makanan tersebut diolah tanpa garam.

Kenapa berat badan bisa turun karena diet mayo??
Sebagai sumber energi utama, karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk glikogen yang kemudian dipergunakan sebagai bahan bakar aktivitas Anda. Ketika cadangan glikogen ini habis, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Tetapi, saat tubuh Anda masih belum mendapatkan karbohidrat, lama kelamaan protein yang akan dipecah untuk dijadikan sumber energi. Karena tubuh Anda tidak dapat menyimpan protein seperti menyimpan karbohidrat, maka lama kelamaan tubuh kekurangan protein. Asam amino tidak dapat lagi digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Tanda yang paling kelihatan saat tubuh Anda kekurangan protein adalah menurunnya massa otot. Ini dapat menyebabkan Anda terlihat kurus.

Apa akibatnya jika membatasi asupan garam??
Membatasi konsumsi garam dalam diet ini diklaim dapat menurunkan berat badan. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena garam bersifat mengikat air dalam tubuh. Jika Anda mengenal istilah bloating alias tubuh “membengkak”, maka garam merupakan salah satu penyebab bloating. Atau jika Anda merasa selalu haus setelah mengonsumsi makanan yang asin, sifat mengikat air pada garam itulah yang sedang terjadi pada tubuh Anda.

Diet mayo sangat membatasi konsumsi garam, sehingga bukan tidak mungkin Anda menjadi sering buang air kecil. Ini karena tidak ada garam yang dapat mengikat air di tubuh Anda. Garam juga mengandung sodium, suatu senyawa elektrolit yang bekerja untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Karena tidak ada air yang terikat dan frekuensi buang air kecil yang bertambah, Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis yang diakibatkan oleh hilangnya cairan tubuh.

Efek samping diet tanpa garam??
Salah satu efek yang ditimbulkan dari diet mayo adalah efek yoyo. Saat siklus 13 hari diet mayo Anda selesai, Anda kembali pada pola makan Anda yang lama, dan terjadilah kenaikan berat badan. Karena diet mayo hanya membatasi kalori Anda tanpa perubahan gaya hidup secara keseluruhan, maka ketika Anda kembali makan seperti sebelum berdiet, berat badan Anda juga perlahan-lahan kembali seperti semula.

Menjalani diet mayo untuk jangka waktu yang lama tidak terlalu disarankan, karena sifatnya yang membatasi jenis zat gizi tertentu dan kalorinya yang sedikit menyebabkan Anda rentan mengalami kekurangan zat gizi.
Semoga bermanfaat
Terimakaksih

diet mayo,healthy,diet keto,diet sehat,diet sehat ibu menyusui,diet gm,diet ocd,diet debm,tips ibu menyusui,diet menyenangkan,cara diet ibu menyusui,menu diet ibu menyusui,diet plan to lose weight fast,diet menurunkan berat badan,cara diet ibu busui,diet keseimbangan,nutrition,tips sehat,diet tanpa obat,diet yg tepat untuk ibu menyusui,nutrisi,tips diet,cara kurus,indonesia,diet tapi asi tetap banyak
Eman Eman
Eman Eman Ordinary one who try to be an blogger and youtuber

Posting Komentar untuk "Apa itu Diet Mayo ?"