Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengurangi Kegemukan dengan Air Hangat atau Panas, Mitos atau Fakta ?

jendelakesehatan - Mengurangi Kegemukan dengan Air Hangat atau Panas, Mitos atau Fakta ?Kelebihan bobot tubuh, dari kegemukan biasa hingga obesitas, merupakan topik yang banyak diulas dalam artikel-artikel gaya hidup dan kesehatan. Berbagai solusi mengatasi problem tersebut sudah sangat banyak ditulis. Kini muncul informasi mengenai diet dengan minum air panas/hangat.
Perlu Tahu Dahulu Penyebab Kegemukan
Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Dr. dr Inge Permadhi, MS, SpGK(K) menyatakan bahwa air panas/hangat sebagai penyebab menurunnya bobot badan hanyalah mitos. "Itu tidak mungkinlah. Kita mesti tahu dulu penyebab gemuknya karena apa, dan diet dikembalikan lagi ke sana [penyebabnya]. Tidak pernah air [panas/hangat] disebut penyebab kegemukan”. Seseorang tidak bisa begitu saja melakukan diet ini dan itu. Perlu diketahui terlebih dahulu penyebab seseorang mengalami kegemukan. Informasi soal penyebab kegemukan itu, menurut Inge, adalah informasi sangat penting.
“Orang menjadi gemuk itu ada sebabnya. Penyebabnya genetik, mungkin. Penyakit juga mungkin. Tetapi yang paling banyak itu 90 persen pola hidup yang salah, ketika asupan lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan, sehingga ditumpuk oleh tubuh,” jelas Inge.

Dan menurut Dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK menjelaskan bahwa seseorang yang hendak melakukan program penurunan badan perlu paham soal kebutuhan kalori sehari-hari. “Intinya, kan, sebenarnya kalau mau program penurunan berat badan yang dihitung adalah defisit kalori. Kalori yang masuk itu harus lebih sedikit daripada kalori yang dibutuhkan tubuh,” ucap dr. Diana

Dokter Spesialis Gizi Klinik itu menjelaskan rata-rata jumlah kebutuhan kalori harian perempuan adalah 1.500, sementara laki-laki dapat mencapai 1.700-1.900. Itu pun masih perlu menghitung variabel lain, misalnya tinggi badan. Umumnya, asupan seseorang setiap hari berpeluang melebihi standar kebutuhan itu. Kelebihan kalori itulah yang per harinya akan bertumpuk, dan dapat berakibat kegemukan. Namun prosesnya membutuhkan waktu alias tidak seketika, plus dengan kondisi tubuh tertentu.

Meminum Air Panas/Hangat Timbulkan Rasa Kenyang
Minum air panas/hangat sebelum menyantap makanan membantu orang merasakan kenyang sehingga bisa berpengaruh terhadap porsi makanan yang disantap. Tak penting air itu hangat/panas, konsumsi air (baik panas/hangat dan biasa) sebelum makan dengan sendirinya mengurangi nafsu makan. “Dengan meminum air putih [baik panas/hangat dan biasa] sebelum makan, kita menekan nafsu makan. Karena lambung sudah keburu terisi. Terasa kenyang. Pada saat makan, porsinya bisa berkurang. Jadi total asupan yang masuk pun berkurang. Dalam jangka panjang bisa mengurangi berat badan,” jelas dr Diana.

segala material yang masuk ke dalam tubuh seseorang, baik dalam bentuk makanan atau minuman, suhunya akan menyesuaikan. Artinya, suhu panas/hangat dari makanan atau minuman cuma sebentar. Setelah air panas/hangat dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, suhunya akan berubah. Jadi suhu hangat/panas itu sebenarnya tidak lama.

“Air itu yang paling kita minum adalah air hangat, kira-kira, paling hangat sampai ke kerongkongan, kemudian lambung ada rasa sedikit, tapi terus hilang. Nah, apakah air itu tetap panas atau tetap dingin? Segala sesuatu makanan yang kita makan itu hanya berasa sebentar, kemudian disesuaikan dengan tubuh,” jelas dr.Inge. 
Nah jadi teman-teman dari kedua dokter sepakat program diet untuk tiap orang bisa berlainan. Masing-masing punya kebutuhan dan punya konteks penyakit yang berbeda. Prinsip diet sebenarnya adalah mengatur gizi yang seimbang, dan setiap orang perlu melakukan pengukuran porporsi gizi yang seimbang itu. Karena kebutuhan setiap orang pun berbeda-beda guys

Eman Eman
Eman Eman Ordinary one who try to be an blogger and youtuber

Posting Komentar untuk "Mengurangi Kegemukan dengan Air Hangat atau Panas, Mitos atau Fakta ?"